BEHEL FASHION

Lihat yah ^^

OPAC UIN SUKA

Nyari buku di Perpus UINJOG

FACEBOOK

Tampang fb gua!

POETRY

Senja Di Pantai

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, Februari 23, 2012

Mau Curhat


Aku mau curhat!
Entahlah, tampaknya aku begitu suka dunia, yah...
Hari ini, tepatnya sore ini, rasanya tidak nyaman sekali. Fuich, kenapa? Untuk kesekian kalinya sandangku ngilang lagi dijemuran, entah jatuh atau DIKUTIL. Aku kesel! Terhitung kali keempat aku kehilangan sandang, dan lagi-lagi celana apik (bukan celana murahan). Yang sangat membuatku lebih kesel ialah mengingat sandang itu baru aku beli kemarin, beberapa hari lalu. Sangat menjengkelkan ketika barang yang baru saja aku beli, eh... malah dicumut! Itu bukan barang yang gampang saja aku beli, guys... aku menunggu lama adanya duit untuk bisa membelinya (mengingat kebutuhan juga banyak). Bukan menunggu uang datang dari orangtua (karena itu memang bukan inginku), tapi mengandalkan pas-nya saku ********. Aku me-manage  saku dari ******** untuk mencukupkan segala kebutuhan, entah makan, jalan, buku, sandang, dan sebagainya. Mengolah... ah bukan mengolah tapi mencukup-cukupkan saku itu dengan segala hal yang aku butuh, mungkin bisa dikatakan ngirit. Iyah, aku ngirit jajan (2 x makan sehari) untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain.
Ah, entahlah, mungkin aku saja yang terlalu negative thinking sama bocah pondok dimana mereka yang terkambing hitamkan oleh prasangka emosiku. Bisa saja celana itu jatuh dari jemuran dan tak ada yang mengambil, lantas terbuang.
Fuuuuh... semoga dapat menjadi pelajaran. Dan semoga Allah menggantikannya dengan yang lebih apik. J
21/02/2012
21:24 wib.

Jumat, Februari 17, 2012

From home to FUSAP TH


First of all, let me introduce my name is Azam Anhar. A name derived from someone and my parents given to me. I love it. Even if the two words of the name is interpreted, it seems totally incoherent and incomprehensible. I do not know, I don't know about the historicity behind that name.
The life of my childhood, I live in a family that has a bit of a lot of problems, but thanks to it, that is inspired me to attend boarding school in Kudus City, which I think is better than in my hometown, Pati City. I learned in Kudus City for six years, during Junior High School - High School. Then, after a brief consideration, I chose to continue studying at Islamic State University Sunan Kalijaga in Yogyakarta City.
Actually, there’s no serious consideration from me and tend to just do it. Starting from selecting colleges that offer appropriate lecture subjects. The reasons why I selected Yogyakarta and UIN SUKA are Jogja which is well known as the city of students, of course, the nickname was given because in Jogja supporting students to learn. And I selected UIN SUKA because I think there is a connection between school and university subjects, so it's not much different and I can follow the lectures properly.
Then, about why I chose Ushuluddin (more specifically Tafsir Hadith) as my majors. That's because it's the only major offered by the University that I want to attend, so I said yes. "Really simple, isn't it ..?!.". I was careful to establish the Ushuluddin-Tafsir Hadith as my choice for seeking knowledge and I believe this is the path for me to SUCCESS.

Selasa, Januari 17, 2012

Ngenes ! Haha on Twitpic

Sabtu, Desember 31, 2011

DUKUNGAN PESTA TAHUN BARU


Menjadi suatu hal yang biasa kala tahun baru terselenggara sebuah perayaan. Belahan-belahan dunia secara serentak melaksanan prosesi pesta untuk merayakan tahun baru. Berbagai model pesta digelar dimana-mana dengan pertunjukan kembang api, konser, dan sebagainya. Bahkan di titik-titik kota, pergelaran acara dalam perayaan tahun baru sampai besar-besaran.
Hal tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menghibur bagi penduduk dunia pada umumnya. Namun oleh satu kalangan, hal demikian dianggap buruk karena terdapat unsur penghambur-hamburan uang untuk sesuatu yang sia-sia. Terlebih dalam pandangan ulama islam yang melihatnya sebagai kemaksiatan oleh sebab polah manusia yang buruk dalam pesta, disamping adanya perayaan tersebut mengandung unsur ishraf.
Kekontranan mereka dengan adanya perayaan tahun baru ditimbulkan karena pesta dikatakan terlalu banyak dana yang dihabiskan untuk penyuksesan pesta. Menurut mereka, akan dirasa lebih baik jika dana tersebut dibagi-bagi kepada orang miskin, anak yatim, dan orang-orang tak mampu. Terlebih kepada rakyat Indonesia yang masih terpuruk masalah kemiskinan, dana tersebut bisa digunakan untuk membantu mereka.
Memang benar hal demikian menguntungkan di satu sisi, karena adanya pesta ialah menghibur manusia, namun di sisi lain dirasa merugikan bagi orang-orang miskin yang membutuhkan bantuan. Namun perlu diketahui, semua barang dalam perayaan pesta disiapkan dari membeli produksi masyarakat, baik barang maupun jasa, dimana hal tersebut --bisa dikatakan-- termasuk upaya menanggapi kesejahteraan rakyat dan pengentasan pengangguran dan kemiskinan.
Menurut saya, perayaan tahun baru dengan menggelar pesta bisa menjadi baik untuk semua pihak. Adanya pesta tidak merugikan orang miskin, namun sebaliknya, ia bisa menjadi menguntungkan untuk mereka. Dikatakan menguntungkan, dengan syarat jika parayaan pesta melibatkan meraka yang miskin. Maksudnya, barang-barang yang diperlukan untuk pesta --berupa alat, makanan, minuman, dan jasa-- bisa meminta orang miskin untuk ikut andil dalam membuatnya. Partisipasi warga miskin ditonjolkan dalam hal ini.
Selain itu, kaum miskin sendiri dapat menciptakan kreasi untuk bisa digunakan dalam penyuksesan pesta. Mereka bisa membuat barang dan jasa dengan dibantu kaum-kaum kompeten. Tentunya instansi atau pemerintah dapat menyuguhkan dan menyediakan bantuan dana untuk usaha itu. Dengan demikian, perayaan tahun baru dengan pesta, meski besar-besaran, bukan menjadi penghibur manusia satu kalangan saja, tetapi ia juga bisa menjadi kebahagiakan bagi kaum miskin.

Kamis, Desember 22, 2011

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir–bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

:+: Khalil Gibran :+: