BEHEL FASHION

Lihat yah ^^

OPAC UIN SUKA

Nyari buku di Perpus UINJOG

FACEBOOK

Tampang fb gua!

POETRY

Senja Di Pantai

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, Maret 18, 2012

✿ PENTING DIBACA sebelum membeli


Q : Behel ini bisa merapihkan gigi nggak, Sist ?
A : nggak, Say. Soalnya ini hanya BEHEL FASHION atau buat aksesoris. Jadi beda dengan behel2 yang lain.

Q : Kalau ganti warna bisa ga say braketnya ?
A : bisa sist, kamu bisa mengganti warna dengan karet power o dan bisa mengganti sendiri dengan alat namanya sonde, kita juga menyediakan alat tsb ^^

Q : Bentuk braketnya apa sist? dan bahan apa?
A : dr bracket asli .

Q : behel atas untuk brp gigi say?
A : untuk 8 gigi ya :)

Q : Behel ini bisa ga dipake ke gigi gingsul atau gigi yg kurang rapih?
A : Bisa koq say, soalnya bisa qta atur. Tp mohon maav ya kalo giginya parah bgt ga berarturan ga bsa pake :’(.

Q : Cara pakainya gmn sist? Susah ga? Terus sakit ga sist?
A : Cara pakainya gampang koq, tinggal ujung kiri dan kanan besinya di selipkan ke antara sela gigi dan gusi ato Pasang dan kaitkan pada gigi paling belakang sisi kanan/kiri lalu di tarik kesisi kanak/kiri tergantung dari mana anda memulai. Lalu tekan hingga merasa nyaman di gigi dan bener2 kencang
Sakitnya Cuma diawal aja koq, itupun bukan sakit yg berlebihan. Cuma karena qta belum terbiasa aja. Maklum kalau pertama suka ngerasa aneh

Q : Jadi kalau mau pesan behel ini ga perlu kirimin cetakan gigi kita sist ?
A : Iya ga perlu say ^^

Q : Kalau aq mau pesan gimana sist ?
A : bs sms lgsg ke

KODE: BEHEL FASHION
Behel ini hanya untuk fashion/gaya-gayaan, bukan untuk perawatan.

CARA PEMAKAIAN BEHEl

Karena Behel Fashion atau Behel Lepas Pasang ini gampang dipake sendiri (tanpa perlu dibawa ke dokter), nah ini beberapa tips untuk memasang behel dengan mudah.

** LANGKAH 01

Rangkaian behel terdiri dari:
* kawat
* bracket (8 biji) bisa digeser
* karet

BRACKET ASLI. Behel ini terbuat dari bracket & kawat asli khusus buat gigi. Jadi nggak bakal karatan.
KOMPONEN BEHEL FASHION sama persis dengan kompenen behel permanen. Jadi kalo pake behel ini, sama rasa kaya behel permanen.

Karena behel lepas pasang tidak disertai dengan cetakan gigi sista, maka panjang kawat yang dikirim mungkin tidak selalu pas dengan ukuran gigi sista.
Dengan begitu behel shop membuat ataupun memotong panjang kwat sesuai ukuran normal atau rata-rata yaitu kurang lebih 9,5 cm sebelum kawat dibengkokan

** LANGKAH 02

Behel yang sudah datang mungkin mengalami pelurusan pada bengkokan yang sudah ada..
Hal ini terjadi karena kawat yang digunakan adalah kawat niti ss/kawat khusus behel fashion yang lentur dan tidak mudah patah,

Maka bengkokanlah kembali seperti gambar,
kawat niti ini adalah kwat khusus behel yang digunakan secara medis di kedokteran gigi,
kawat ini tidak berkarat seperti klamer

*Jangan salah pilih yang lain ya sist, karena ada olshop lain yang mnggunakan klamer sebagai kwatnya, itu gampang berkarat.

Setelah dibengkokan, siapkan kaca sebagai media untuk melihat rongga gigi/sela gigi tempat dimasukan/dikaitkannya behel lepas pasang

** LANGKAH 03

Setelah mengambil kaca, silahkan masukan ujung kwat yang sudah dibengkokkan tadi ke dalam sela-sela gigi..
(di bangian belakang gigi, diantara gigi ke 1 dan 2 atau gigi ke 2 dan 3 dari belakang gigi

** LANGKAH 04

Setelah memasukan/mengaitkan behel di sela-sela gigi kanan, lanjutkan ke bagian kiri. Atau bisa dari kiri ke kanan

Setelah dikaitkan, maka akan terlihat apakah sudah sesuaikah dengan rongga gigi.

Apabila tidak pas, coba diukur ulang sesuai dengan rongga gigi sista, apabila kebesaran , maka kawat bisa dipotong sesuai dengan panjang gigi.

Kwat bisa dipotong menggunakan tang potong. Kalau dirumah sista tidak ada, sista bisa membeli di sini atau ditoko bangunan.

Setelah memotong dengan baik, cobalah kembali, sehingga akan terpasang dengan baik seperti gambar diatas:

-- Selamat Mencoba ^^ --

Kamis, Februari 23, 2012

Mau Curhat


Aku mau curhat!
Entahlah, tampaknya aku begitu suka dunia, yah...
Hari ini, tepatnya sore ini, rasanya tidak nyaman sekali. Fuich, kenapa? Untuk kesekian kalinya sandangku ngilang lagi dijemuran, entah jatuh atau DIKUTIL. Aku kesel! Terhitung kali keempat aku kehilangan sandang, dan lagi-lagi celana apik (bukan celana murahan). Yang sangat membuatku lebih kesel ialah mengingat sandang itu baru aku beli kemarin, beberapa hari lalu. Sangat menjengkelkan ketika barang yang baru saja aku beli, eh... malah dicumut! Itu bukan barang yang gampang saja aku beli, guys... aku menunggu lama adanya duit untuk bisa membelinya (mengingat kebutuhan juga banyak). Bukan menunggu uang datang dari orangtua (karena itu memang bukan inginku), tapi mengandalkan pas-nya saku ********. Aku me-manage  saku dari ******** untuk mencukupkan segala kebutuhan, entah makan, jalan, buku, sandang, dan sebagainya. Mengolah... ah bukan mengolah tapi mencukup-cukupkan saku itu dengan segala hal yang aku butuh, mungkin bisa dikatakan ngirit. Iyah, aku ngirit jajan (2 x makan sehari) untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain.
Ah, entahlah, mungkin aku saja yang terlalu negative thinking sama bocah pondok dimana mereka yang terkambing hitamkan oleh prasangka emosiku. Bisa saja celana itu jatuh dari jemuran dan tak ada yang mengambil, lantas terbuang.
Fuuuuh... semoga dapat menjadi pelajaran. Dan semoga Allah menggantikannya dengan yang lebih apik. J
21/02/2012
21:24 wib.

Jumat, Februari 17, 2012

From home to FUSAP TH


First of all, let me introduce my name is Azam Anhar. A name derived from someone and my parents given to me. I love it. Even if the two words of the name is interpreted, it seems totally incoherent and incomprehensible. I do not know, I don't know about the historicity behind that name.
The life of my childhood, I live in a family that has a bit of a lot of problems, but thanks to it, that is inspired me to attend boarding school in Kudus City, which I think is better than in my hometown, Pati City. I learned in Kudus City for six years, during Junior High School - High School. Then, after a brief consideration, I chose to continue studying at Islamic State University Sunan Kalijaga in Yogyakarta City.
Actually, there’s no serious consideration from me and tend to just do it. Starting from selecting colleges that offer appropriate lecture subjects. The reasons why I selected Yogyakarta and UIN SUKA are Jogja which is well known as the city of students, of course, the nickname was given because in Jogja supporting students to learn. And I selected UIN SUKA because I think there is a connection between school and university subjects, so it's not much different and I can follow the lectures properly.
Then, about why I chose Ushuluddin (more specifically Tafsir Hadith) as my majors. That's because it's the only major offered by the University that I want to attend, so I said yes. "Really simple, isn't it ..?!.". I was careful to establish the Ushuluddin-Tafsir Hadith as my choice for seeking knowledge and I believe this is the path for me to SUCCESS.

Selasa, Januari 17, 2012

Ngenes ! Haha on Twitpic